Persentase Kenaikan Tarif Listrik Mulai Dari 17% sampai 36%, Akan Berlaku Tanggal 1 Juli 2022

Persentase Kenaikan Tarif Listrik Mulai Dari 17% sampai 36%, Akan Berlaku Tanggal 1 Juli 2022


gracetzy.com - Biaya listrik untuk kelompok rumah tangga menengah ke atas sudah disamakan oleh pemerintahan dengan peningkatan biaya sekitar 17 % sampai 36 % bila dibanding dengan biaya lama. Rekonsilasi biaya listrik ini berlaku mulai 1 Juli 2022. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah meningkatkan biaya listrik untuk kelompok R2 atau daya 3.500 volt ampere s/d 5.500 VA, R3 atau 6.600 va ke atas, kelompok P1 dengan daya 6.600 VA s/d 200 kilo volt ampere (KVA), P2 dengan daya lebih dari 200 KVA, dan kelompok P3. Adapun, biaya listrik yang diputuskan pemerintahan untuk kelompok R2, R3, P1, P3 dari yang sebelumnya Rp1.444,7 per kWh sekarang dibanderol jadi Rp1.699,53 per kWh atau naik 17,64 %, dan kelompok P2 diputuskan jadi Rp1.522,88 per kWh dari yang awalnya Rp1.114,7 atau naik 36,61 %.

"Kita telah kalkulasi dengan BKF Kemenkeu imbas pada inflasi cuma 0,019 %, nyaris tidak berasa dan itu kurang lebih rekonsilasi biaya ini masih berperan dalam soal jaga daya membeli warga keseluruhannya karena rekonsilasi harga dilaksanakan ke rumah tangga menengah ke atas hampir eksklusif justru," tutur Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana dalam pemaparannya, Senin (13/6/2022).

Walau begitu, pemerintahan memiliki komitmen masih tetap memberi bantuan listrik ke konsumen setia kelompok bersubsidi 450 - 900 VA, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2009 mengenai ketenagalistrikan. Selain itu, konsumen setia rumah tangga nonsubsidi di bawah 3.500 VA, dan konsumen setia usaha dan industri tidak alami peningkatan biaya pada masa ini dan masih tetap mendapatkan ganti rugi.

Pemerintahan masih tetap salurkan bantuan sejumlah Rp62,93 triliun dan ganti rugi Rp65,91 triliun pada 2022, dengan anggapan ICP US$85,88 per barel dan kurs di angka Rp14.316 per dolar US.

"Selainnya membuat perlindungan keluarga tidak sanggup, ada kekuatan perkembangan listrik yang paling hebat pada tahun 2022, hingga Pemerintahan masih tetap memberi ganti rugi untuk konsumen setia listrik rumah tangga, UMKM, usaha, dan industri. Ini ialah wujud kedatangan pemerintahan membuat perlindungan daya membeli warga, tingkatkan daya saing industri, dan jaga ekonomi nasional supaya masih tetap konstan," bebernya.
© gracetzy. All rights reserved. Distributed by Pixabin