Apa Itu Pemuliaan Ternak ? Manfaat Pemuliaan Ternak

Apa Itu Pemuliaan Ternak ? Manfaat Pemuliaan Ternak

Pemuliaan ternak ialah usaha pembaruan kualitas genetik ternak lewat mekanisme perkawinan dan penyeleksian. Pemuliaan ternak mempunyai tujuan untuk hasilkan pribadi baru yang mempunyai kualitas genetik yang lebih baik dari tetuanya. Urgensi pemuliaan ternak bila dilihat dari pemikiran keproduktifan, ialah usaha kenaikan keproduktifan dengan hasilkan karakter-sifat unggul yang diharapkan.

Apa fungsi dari pemuliaan ternak ?

Jadi karena ada pemuliaan ternak ini akan hasilkan bibit yang unggul, bisa tingkatkan produksi ternak, membenahi kualitas produk (telur, daging, bulu-bulu atau lainnya), membenahi reproduksinya, menambahkan nilai ekonomis ternak, membenahi efektivitas dan alterasi pakan yang hendak berpengaruh pada kenaikan penghasilan peternak.

Sebagi contoh simpel pemuliaan ternak ialah saat peternak yang mempunyai ternak ayam dengan beragam warna bulu-bulu, selanjutnya peternak itu cuma inginkan ayam dengan warna bulu-bulu tertentu saja misalkan warna hitam, karena itu peternak akan lakukan penyeleksian terhitung culling (mengeliminasi) ayam dengan warna yang tidak diharapkan.

Ternak yang dipiaran dan terus dipertahankan cuma ayam dengan warna yang dinginkan saja. Bahkan juga, peternak cuma akan memasangkan induk ayamnya dengan pejantan dengan warna yang diharapkan. Ini adalah contoh pemuliaan ternak yang telah dikerjakan oleh peternak sejauh ini.

Pertanyaan setelah itu apa anak (turunan pertama) hasil dari perkawinan dengan induk dengan warna semacam yang diharapkan peternak barusan semuanya akan warna hitam? Jawabnya bisa jadi warna hitam semuanya dan juga bisa masih tetap ada anak yang mempunyai warna selainnya hitam.

Mengapa begitu? Karena warna yang ada pada turunan pertama (Filial satu/F1) ini ialah hasil rekombinasi kromosom atau kombinasi dari genetik induk betina dan jantan yang dalam prosesnya terjadi secara random . Maka, bisa jadi gen yang terwariskan pada pribadi tertentu pada salah satunya anaknya masih bawa gen dengan warna bulu-bulu selainnya hitam.

Untuk pahami proses ini kita misalnya gen penetu warna bulu-bulu ayam ialah gen H yang jika pada kondisi menguasai akan munculkan bulu-bulu hitam dan gen h yang jika ke-2 nya resesif akan munculkan warna misalkan putih.

Gen menguasai ialah gen yang munculkan karakter tertentu dan tutupi gen lain, gen lain dalam masalah ini ialah gen resesif yang karakternya akan tertutupi oleh den menguasai. Gen menguasai dilambangkan dengan huruf kapital (misalkan H) dan gen resesif dilambangkan dengan huruf kecil (misalkan h).

Saat F1 dari hasil dari persilangan bawa gen Hh misalkan, karena itu ayam itu warna hitam karena gen H tutupi gen h. Tetapi jika ke-2 gen nya ialah hh karena itu ayam itu warna putih. Ini ialah contoh pada perkawinan monohibrid dengan 1 karakter berbeda.

Gen H dan h pada contoh di atas dalam genetika dikenali dengan istilah genotip yakni gen yang memengaruhi munculnya satu karakter yang nyata tidak bisa dilihat. Dan warna sebagai karakter yang ditampilkan karena ada dampak genotip dikatakan sebagai fenotipe. Fenotip ini biasa dikenal juga dengan istilah performnce yang bisa diamankan oleh panca indera.

Mudah-mudahan contoh di atas bisa memberi pengetahuan lebih ke kita mengenai bagaimana fenotipe atau munculnya performce tertentu dikuasai oleh gen tertentu. Pemuliaan ternak menitik beratkan pembaruan genetik ini hingga bisa munculkan fenotipe yang diharapkan.

Fenotipe yang diharapkan ini bisa meliputi karakter-sifat produksi misalkan bertambahnya berat tubuh, produksi telur, produksi susu, dan karakter-sifat produksi lainnya. Tetapi tentu saja untuk menganalisis peluang munculnya karakter-sifat produksi ini tidak sesimpel dengan munculnya warna bulu-bulu.

Karakter-sifat produksi yang disebut karakter-sifat kuantitatif keberadaannya dikuasai oleh beberapa gen, mengikutsertakan hubungan gen, dan bisa dikuasai oleh lingkungan. Dan warna bulu-bulu (karakter kualitatif) keberadaannya cuma dikuasai oleh satu gen dan tidak dikuasai oleh factor lingkungan.

Pada umumnya munculnya karakter-sifat kuantitatif 70 - 75 % dikuasai oleh lingkungan dan 25 - 30% bekasnya dikuasai oleh factor genetik. Tersebut kenapa dalam hasilkan turunan atau sebuah galur ternak dengan karakter yang masih tetap hasil dari sebuah pemuliaan, dibutuhkan saat yang tidak singkat, bahkan juga membutuhkan 5 - 10 angkatan.

Meski begitu, usaha untuk hasilkan satu galur ternak dengan karakter yang unik bukan mustahil untuk dilaksanakan. Telah banyak bukti yang bisa kita saksikan, sebutlah saja sapi bali, sapi madura, itik magelang, itik mojosari, itik bali, dan lain-lain ialah dari hasil pemuliaan ternak.

Maknanya, bukan mustahil kita dapat hasilkan galur ternak baru dengan karakter yang unik lewat pemuliaan ternak. Banyak faedah yang didapat lewat pemuliaan ternak diantaranya seperti berikut :
  • Hasilkan turunan atau galur ternak baru dengan karakter yang unik dan unggul.
  • Jaga kelestarian spesies atau karakter ternak tertentu.
  • Tingkatkan keproduktifan ternak.
  • Kenaikan komunitas ternak.
  • Penyukupan kebutuhan protein hewani asal ternak.
  • Kenaikan kesejahteraan peternak.
Mudah-mudahan artikel ini bisa memberi tambahan pengetahuan untuk kita mengenai pemahaman pemuliaan ternak dan faedah yang didapat dengan lakukan pemuliaan ternak untuk peningkatan peternakan.
© gracetzy. All rights reserved. Distributed by Pixabin