Ulasan Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Ulasan Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness


"Setiap malam, mimpi yang sama. Setiap pagi, mimpi buruk yang sama" Wanda Maximoff.
Sesudah lebih satu dasawarsa, beberapa film keluaran dari Marvel Cinematic Universe ikuti premis berdasar sumber aslinya yakni komik dan dengan bertahap berkembang lebih dalam sesuai masing-masing plotnya.

Namun Babak Ke-4 dari Marvel Cinematic Universe nampaknya berkemauan untuk tawarkan suatu hal yang lain. Khususnya loyalitas untuk seutuhnya merusak ide realita berdasar obsesi anyarnya melalui ide multiverse.


Beberapa acara seri tv dari Disney Plus, seperti ‘Wanda Vision,' ‘Loki,' ‘What if' dengan berbesar hati, semua berlomba coba ide mengenai banyak semesta alam dengan peluang tidak terbatas.

Dan capai pucuknya dalam film ‘Spiderman: No Way Home' yang cerdas manfaatkan realita alternative untuk mendatangkan kembali sebagian besar watak yang telah dekat dikenali. Saat ini Doctor strange in the Muktiverse of Madness datang untuk mengacau realita kita semua.

Skenario Film

Dr. Strange (Benedict Cumberbatch) coba cari tahu siapakah yang memburu America Chavez (Xochitl Gomez), seorang gadis dengan kekuatan untuk melewati multiverse. Untuk pecahkan permasalahan ini, Stephen Strange putuskan minta dana untuk penyihir yang terkuat yang dia mengenal, Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen).

Marvel Studios Namun rupanya Wanda alias Scarlett Witch mempunyai gagasannya sendiri untuk America yang tempatkan semua dalam bahaya.

Timbulnya bebagai variasi watak Dr. Strange

Premis sekuel Dr. Strange ini nyaris serupa dengan film humor fiksi ilmiah dengan judul ‘Everything Everywhere All at Once' yang diperankan Michelle Yeoh dan mendatangkan beragam semesta alam paralel.

Film ke-28 dari MCU ini dibuka dengan tidak menghabiskan waktu masuk langsung ke serangkaian tindakan berkecepatan tinggi. Di mana kemampuan makhluk dari dimensi lain, tiba dan mengincar seorang gadis dengan kekuatan unik.

Seorang gadis namanya America Chavez bercerita ceritanya ke Dr. Strange yang nampaknya tidak mungkin mengenai teror dan bahaya untuk multiverse.

Karena ide multiverse itu juga sebagai suatu hal yang baru dan asing untuk bekas Sorcerer Supreme itu. Dia juga tiba menjumpai Wanda minta kontribusinya dan disini asal mula semua sesuatunya justru membuat semua jadi bertambah sulit.


© Marvel Studios Seperti judulnya ‘Multiverse of Madness', film ini tampilkan watak-karakter dari Stephen Strange dari 1 realita ke realita yang lain. Sebenarnya segi multiverse ini diawali dicoba untuk sedikit dikenalkan dalam ‘Spiderman: No Way Home', yakni ide mengenai semesta alam alternative di mana semua seseatunya dapat berasa sedikit berlainan dari diri sendiri.

Dan mayoritas Multiverse of Madness ialah mengenai Strange yang berjumpa dengan versus berlainan dari dirinya.

Kombinasi tindakan, seram dan humor

Doctor Strange in the Multiverse of Madness disanggupi visual yang memikat dan serangkaian tindakan yang hebat. Film ini disanggupi dengan beberapa episode pertarungan besar yang tentu saja memakai beragam kekuatan sichir.

Dengan tiap episode yang berakhir, Multiverse of Madness berkembang makin berbelit dan gelap ke ‘chaos'. Beberapa plot yang terjadi sedikit mengingati kita akan estetik dari beberapa film seram, saat monster, pembunuh dan substansi jahat yang lain mengincar di beberapa sudut kegelapan.

Marvel Studios Sam Raimi sebagai sutradara ‘menerapkan' seni horornya yang ia rintis dalam trilogi Evil Dead. Raimi dalam film MCU ini menyuntikkan film itu dengan nuansa jump scare yang efisien memberi kemelut ciri khas film seram. Disamping itu dia juga sukses memadankan di antara seram dan humor ke ceritanya.


Style ambil gambarnya yang unik juga cukup terang kelihatan di film ini, dengan close up yang ekstrim, beberapa potongan gambar cepat dan angle camera yang diambil miring atau yang dikenali sebagai istilah "dutch angle").

Dutch angle sendiri sebetulnya sering digunakan dalam beberapa film memiliki nuansa seram atau thriller untuk memvisualisasikan kegundahan atau kemelut psikis dalam watak maupun subyek yang dinarasikan.

Segi gelap dua watak

Benedict Cumberbatch masih tetap tampil memikat sebagai seorang bekas pakar bedah yang saat ini mempunyai ketrampilan sichir tinggi. Personalitasnya yang angkuh, sedikit terburu-buru masih kelihatan di sini, meskipun dibanding dengan film perintisnya, ‘Doctor Strange' (2016) dia jadi sedikit rendah hati di sini.

Dan yang paling mencolok dalam personalitasnya yang saat ini ialah ketakmampuannya untuk tersambung di tingkat paling dalam dengan cinta paling besar dalam kehidupannya, Dr. Christine Palmer (Rachael McAdams) yang masih tetap ada di luar capaiannya, bahkan juga saat mereka berjumpa di lain sisi dunia.

Stephen Strange mengetahui dianya menyesal atas hidupnya dan alami rasa kesepian dalam, jika cinta dalam kehidupannya tidak mendapati balasannya.

Marvel Studios Satu hal yang mengagumkan di film ini ialah performa dari Elizabeth Olsen, sebagai Wanda Maximoff. Dia perlahan-lahan mundur dengan hidup menyendiri di bentangan tempat pertanian yang tenang.

Sesudah kejadian ironis yang menerpanya dalam "Wanda Vision", Olsen terus tangkap dengan prima duka cita Wanda yang melumpuhkan yang saat ini membawa ke segi gelap.

Olsen terus juga menambah susunan kedalaman watak yang bisa menyobek hubungan semua dunia saat dianya yang hancur berserah pada kegelapan. Segi emosionalnya penuh kemarahan dan memberikan ancaman sekalian menyedihkan.

Dan kemungkinan yang paling menempel dalam memory kita, jika cerita ini bukan cerita mengenai Stephen Strange tapi mimpi jelek eksistensial yang menelan Wanda Maximoff dengan tragisnya. (Untuk pahami lebih dalam, melihat seri ‘Wanda Vision' jadi satu kewajiban untuk pahami dinamika emosional Wanda dalam film ini).

Ringkasan

Alam pemikiran kita kemungkinan mulai mengelana dan bertanya kenapa kita demikian terdiam pada alam realitas yang ada sekarang ini. Kemungkinan dan karena mungkin kita mengidamkan jalan keluar garis waktu ini.

Ini sebagai peluang ke-2 atau perulangan supaya segala hal dapat jadi lebih baik, tidakkah lebih bagus untuk buka portal ke dunia yang seperti punya kita tapi sedikit berlainan. Kemungkinan mereka mempunyai banyak hal yang tidak kita punyai di sini.
  • Director: Sam Raimi
  • Cast: Benedict Cumberbatch, Elizabeth Olsen, Benedict Wong, Rachael McAdams, Chiwetel Ejifor, Xochitl Gomez, Michael Stuhlbarg
  • Durasi : 126 minutes
  • Skor: 7.4/10

The Ulasan

Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Dr. Strange (Benedict Cumberbatch) coba cari tahu siapakah yang memburu America Chavez (Xochitl Gomez), seorang gadis dengan kekuatan untuk melewati multiverse. Minta kontribusi Wanda (Elizabeth Olsen), rupanya semua mulai jalan secara tidak tersangka.
© gracetzy. All rights reserved. Distributed by Pixabin