[Lengkap] Daftar Bahasa Intelektual dan Artinya dari A Sampai Z

Daftar Bahasa Intelektual dan Artinya dari A Sampai Z

Bahasa Cendekiawan atau bahasa Ilmiah sebagai bahasa baku dengan bahasa Indonesia. daftar istilah keren dalam bahasa intelektual ini kerap kali dipakai untuk kebutuhan-kepentingan resmi seperti pada dunia pengajaran, pemerintah dan lain-lain.

Untuk anda seorang mahasiswa tentu anda kerap dengar istilah istilah yang menurut anda asing, seperti kata implementasi, definitif, dan lain-lain. Nach, agar kita tidak tidak berhasil memahami saat dengar kalimat atau bahasa cendekiawan itu, berikut kami kumpulkan beberapa daftar istilah kece dengan bahasa cendekiawan dan maknanya.

A

  • Analogi: Kesamaan atau Persesuaian
  • Andragogi: Pengetahuan mengenai tata langkah orang belajar
  • Dialektuasi: Pengkhususan,penitikberatan, penekanan
  • Alienasi: Terkucilkan
  • Animo: Penghargaan
  • Aksioma: Pengakuan yang bisa diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian
  • Adiktif: Ketagihan
  • Akselerasi: Pemercepatan
  • Akuntabel: Bisa dipertanggungjawabkan
  • Apresiasi: Keinginan, tekad yang kuat
  • Aposteriori: Pengetahuan yang didapat pengalaman dari
  • Apriori: Pengetahuan yang didapat tanpa pengalaman (pemikiran)
  • Problematis: Memiliki makna double
  • Ambivalen: Bercabang dua yang sama-sama berlawanan
  • Atributif: Menyimbolkan, mengidentifikasi
  • Affiliate: Terkait atau pertalian sebagai anggota/cabang
  • Afirmasi: Penentuan yang positif, penekanan
  • Advokasi: Pembelaan
  • Adidaya: Pembelaan
  • Asketisisme: Memahami yang mengaplikasikan kesederhanaan, kejujuran dan kerelaan berkorban
  • Absurd: Tidak logis
  • Adendum: Jilid tambahan pada buku: tambahan
  • Asketik: Memiliki sifat simpel, jujur dan ikhlas berkorban
  • Adagium: Pepatah, peribahasa

B

  • Borjuis: Kelas warga dari kelompok menengah ke atas
  • Fokus: Kecondongan penglihatan
  • Bertemu: Tiba sama-sama dekati
  • Bertaruh: Memprediksi, bohong
  • Berkamuflase: Menyaru
  • Broker: Makelar
  • Bias: Menyelimpang dari sebetulnya

D

  • Disparitas: Ketidaksamaan
  • Disorientasi: Kesamaran arah
  • Dinamika: Terjadi gerakan, gejolak
  • Distorsi: Penyelewengan, penjungkirbalikan satu bukti
  • Preskriptif: Memvisualisasikan
  • Diferensiasi: Pembandingan
  • Kemunduran: Kemerosotan, pengurangan
  • Diskriminasi: Pembandingan tindakan
  • Diskursus: Rasionalitas, wawasan, transisi gagasan
  • Diaspora: Tercerai-berainya satu bangsa yang menyebar di beberapa seluruh dunia dan bangsa itu tidak mempunyai negara/tempat
  • Pengabdian: Dedikasi, pengorbanan tenaga, waktu dan pikiran untuk kesuksesan satu usaha atau arah mulia
  • Dikotomi: pembagian atas dua barisan yang sama-sama berlawanan (pembelahan)
  • Minus: Kekurangan
  • Definitif: Sudah tentu
  • Diskresi: Kebebasan memutuskan sendiri dalam tiap keadaan yang ditemui
  • Depresiasi: Turunnya nilai, penyusutan nilai
  • Divestasi: Pelepasan, pembebasan, pengurangan modal
  • Penganekaragaman: Diversifikasi
  • Diversitas: Ketidaksamaan, abnormalitas, keberagaman
  • Dekret: Keputusan (ketetapan)
  • De Facto: Berdasar bukti
  • De Jure: Berdasar hukum
  • Di pecut: Di Pecut
  • Demografi: Pengetahuan mengenai formasi jumlah, dan perubahan warga
  • Lokal: Terkait dengan persoalan dalam negeri
  • Difusi: Penebaran atau perembesan suatu hal (kebudayaan, tehnologi, gagasan)
  • Diredusir: Kurangi kesusahan, kesulitan: Sederhanakan suatu hal supaya lebih muda
  • Diametral: Terpisah secara berhadap-hadapan
  • Pilihan kata: diksi yang sama sesuai
  • Direduksi: DIkurangi
  • Online: Dalam jaringan, internet (online)

E

  • Keberadaan: Kehadiran
  • Harapan: Keinginan
  • Akar: Inti, pokok
  • Fundamental: Perlu sekali, fundamental, utama
  • Eskalasi: Peningkatan, bertambahnya
  • Etimologi: Asal mula kata
  • Empiris: Berdasar pengalaman
  • Menawan: Anggun dan cantik
  • Substansi: Unit yang berbentuk
  • Efektif: Pas atau pas untuk kerjakan suatu hal dengan tidak menghabiskan waktu, tenaga, ongkos
  • Efisien: Ada dampaknya (dampak, kesannya, akibatnya)
  • Elaborasi: Pengerjaan secara telaten dan jeli
  • Eksplisit: Terang-terangan, tidak berbelit
  • Emporium: Pusat perdagangan
  • Elitis: Barisan elit: Terpandang
  • Prinsip: Penglihatan hidup yang unik dari satu kelompok sosial

F

  • Naik-turun: Turun-naik
  • Bagian: Kutipan atau cuplikan sisi, pecahan suatu hal
  • Fanatik: Teramat kuat keyakinan pada tuntunan
  • Peristiwa: Bukti
  • Esensial: Fundamental
  • Filantropi: Kasih sayang, kedermawanan ke sama-sama
  • Fantastis: Hebat, luar biasa
  • Flamboyan: Serba istimewa, berkilauan
  • Friksi: Pemecahan, perubahan yang memunculkan ketidaksamaan opini
  • Pajak: Terkait dengan masalah pajak atau penghasilan negara
  • Feodal: Formasi warga yang terkuasai oleh golongan bangsawan

G

  • Garda: Ajudan
  • Garda depan: Perintis, pelopor
  • Genosida: Pembunuhan secara besar secara merencanakan pada sesuatu bangsa atau ras

H

  • Hierarki: Posisi jenjang atau tingkatan kedudukan
  • Tesis: Asumsi dasar (sangkaan sementara)
  • Hipokrit: Sukai bersandiwara, munafik
  • Hegemoni: Mempengaruhi, merasuki
  • Heuristis: Berkaitan dengan proses analisis yang diawali dengan prediksi yang pas dan memeriksa ulangi saat sebelum memberikan kejelasan

I

  • Interpretasi: Pengartian
  • Intens: Secara benar-benar dan terus-terusan dalam kerjakan suatu hal sampai mendapat hasil yang maksimal
  • Intensif: Luar biasa, benar-benar kuat, tinggi, berkobar-kobar, benar-benar emosional
  • Kejadiantal: Terjadi atau dilaksanakan cuma di kesempatan atau waktu tertentu saja; tidak teratur
  • Intelectual conscience: Nurani cendekiawan
  • Interferensi: Terlibat
  • Implisit: Terdapat didalamnya walau tidak diutarakan
  • Inklusif: Termasuk; terhitung
  • Rekayasa: Penebaran berita berbohong yang menyengaja untuk jatuhkan musuh
  • Seterusnya

K

  • Mendalam: Secara detail komplet
  • Kooperatif: Kerja-sama
  • Penting: Genting, darurat
  • Konfrontasi: Berhadap-hadapan langsung
  • Konsumtif: Tidak hasilkan, cuma menggunakan
  • Kelompok: Secara bersama
  • Konflik: Pertentangan
  • Kausalitas: Sebab-akibat
  • Jawara: Sangat baik, juara, pintar sekali
  • Konklusi: Ringkasan (pendapat)
  • Korelasi: Jalinan bolak-balik atau karena karena
  • Kontinu: Berkaitan
  • Konsentris: Memiliki pusat yang serupa
  • Korektif: membenahi
  • Konspirasi: Persekongkolan, konspirasi
  • Kolosal: Dibikin secara besar, hebat besarnya
  • Kuratif: Bisa membantu mengobati penyakit
  • Katarsis: Penyucian diri yang bawa penyempurnaan rohani dan pelepasan dari kemelut
  • Komparatif: Berdasar perbedaan
  • Bersaing: Terkait dengan persaingan
  • Persaingan : Kompetisi
  • Komplementer: Memiliki sifat sama-sama mengisi; lengkapi
  • Bentuk: Kelompok orang, karakter, atau benda yang terkait
  • Penyamaran: Penyaruan
  • Kwartal: 3 bulan

L

  • Laten: Terselinap, terkubur taoi punyai kekuatan ada
  • Lacur: Malang, nahas, sial; jelek laris

M

  • Masif: Utuh, padat, kuat, kokoh
  • Moderat: Ide jalan tengah
  • Perantara: Penyambung
  • Pola pikir: Sudut pandang
  • Mainstream: Arus khusus (biasa)
  • Mencerminkan: Menggambarkan
  • Militan: Semangat tinggi, berhalauan keras
  • Mengembangkan: Mengolah (kerjakan) suatu hal secara telaten dan jeli
  • Membatalkan: Menggagalkan
  • Meniscayakan: Pastikan
  • Mafia: Barisan kriminil yang terorganisasi
  • Madani: Terkait dengan hak-hak sipil (bukan militer)
  • Bersejarah: Memiliki sifat memunculkan kesan-kesan peringatan pada suatu hal yang agung
  • Pemberontakan: Muslihat, tipu tipu daya, tindakan bermaksud akan membunuh orang, tindakan (usaha) jatuhkan pemerintahan yang syah

N

  • Narsisme: Kondisi menyukai diri kita terlalu berlebih
  • Normatif: Berdasar tegar pada norma; menurut etika atau aturan yang berjalan
  • Nomenklatur: Tata nama

O

  • Tujuan: Kecondongan
  • Oase: Tempat, pengalaman, dll yang membahagiakan di tengah situasi yang serba kalut dan tidak membahagiakan
  • Oposisi: Penentang kelompok yang berkuasa
  • Oligarki: Pemerintah yang digerakkan oleh sebagian orang yang berkuasa dari kelompok atau barisan tertentu

P

  • Progresif: Ke perkembangan
  • Masalah: Pembicaraan berkenaan satu permasalahan yang disampaikan secara terbuka di mass media
  • Pedagogi: Pengetahuan pengajaran/pengetahuan edukasi
  • Pedagogis: Memiliki sifat mendidik
  • Proletar: Susunan sosial paling bawah
  • Pluralisme: Kondisi warga yang majemuk
  • Perfeksi: Kesempurnaan
  • Premis: Dasar pertimbangan (Asumsi)
  • Prerogatif: Hak spesial kepala negara
  • Akurat: Keakuratan, kecermatan
  • Pola: Rangka berpikiran, mode dalam ilmu dan pengetahuan
  • Sudut pandang: Langkah pandang/ pemikiran
  • Paradoks: Berlawanan
  • PPragmatis: Memiliki sifat ringkas dan bermanfaat untuk umum
  • Patriark: Bapak dan kepala keluarga
  • Propaganda: Pencahayaan (memahami, opini dll) yang salah atau benar yang diperkembangkan dengan arah memberikan keyakinan orang supaya berpedoman satu saluran, sikap, atau arah perlakuan tertentu
  • Asumsi: Perancangan saran
  • Prodeo: Karena Allah, gratis (gratis)
  • Kemungkinan: Peluang
  • Protektif: Memiliki sifat menahan
  • Penetratif: Penerobosan, penembusan, penghasilan
  • Basis: Gagasan kerja atau program
  • Preseden: Hal yang terjadi terlebih dulu dan bisa digunakan sebagai contoh
  • Privilese: Hak spesial, kelebihan tertentu
  • Konsep: Kebenaran sebagai dasar dasar berpikiran, melakukan tindakan, dsb; dasar
  • Pleno: Komplet, penuh komplet
  • Partial: Terkait atau sebagai sisi dari keseluruhnya
  • Posesif: Memiliki sifat berasa jadi pemilik; memiliki karakter cemburu
  • Pasif: Memiliki sifat terima saja
  • Profan: Tidak suci
  • Prediksi: Prediksi mengenai kondisi periode mendatang
  • Periodik: Periodik, menurut periode waktu tertentu
  • Pedofilia: Abnormalitas seksual yang jadikan anak-anak sebagai object seksual
  • Patrimonial: Berkenaan peninggalan dari bapak
  • Permisif: Memiliki sifat terbuka, serba memperkenankan, sukai meluluskan
  • Primordialisme: Penglihatan yang menggenggam tegar beberapa hal yang dibawa semenjak kecil, baik adat, tradisi istiadat, keyakinan, atau segala hal yang ada dalam lingkungan pertama
Dengan pahami atau kuasai tiap kata dengan bahasa cendekiawan maka mempermudah kita untuk bicara di muka banyak orang dalam forum-forum sah, atau menulis artikel ilmiah seperti makalah, jurnal, skripsi dan lain-lain.

Untuk kelompok Mahasiswa, kuasai bahasa Cendekiawan benar-benar diwajibkan, ditambah karena seorang Mahasiswa nyaris sehari-harinya bergulat dalam dunia-dunia resmi yang mewajibkan untuk memakai bahasa yang sah atau resmi
© gracetzy. All rights reserved. Distributed by Pixabin